Sosialisasi Pembuatan Kertas Tisu yang Ramah Lingkungan dari Limbah Organik Kepada Masyarakat
Main Article Content
Abstract
Kertas merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi sebagian besar masyarakat. Bahan baku utama pembuatan bubur kertas (pulp) adalah serat selulosa yang diperoleh dari tanaman kayu maupun non-kayu. Meningkatnya permintaan kayu sebagai bahan baku pulp kertas telah memicu maraknya penebangan liar; hal ini terjadi karena bahan baku kayu sulit diperoleh akibat ketidakseimbangan dengan masa tanam kayu yang memakan waktu lama. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan bahan baku alternatif pengganti kayu. Salah satu alternatif bahan pengganti kayu dalam pembuatan pulp kertas adalah limbah organik dari produk pertanian, seperti sabut kelapa muda, limbah daun nanas, kulit pisang kepok, dan kulit singkong. Limbah sabut kelapa muda memiliki kandungan selulosa sebesar 43,4% (Fitri dkk., 2022), sedangkan daun nanas memiliki kandungan selulosa sebesar 69,5–71,5% (Mochammad, 2020); kedua bahan ini akan digunakan dalam penelitian ini. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah proses soda—yaitu proses pemisahan serat menggunakan bahan kimia seperti Na2CO3—yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik kertas hasil campuran limbah kelapa muda dan daun nanas dengan variasi waktu pemasakan dan konsentrasi Na2CO3, serta menentukan formulasi terbaik yang memenuhi standar SNI 7274:2008, SNI 0698:2010, dan SNI 14-0698:1989. Berdasarkan uraian tersebut, akan dilakukan sosialisasi mengenai pembuatan kertas menggunakan berbagai variasi konsentrasi pelarut natrium karbonat dan waktu pemasakan yang berbeda.