Upaya Pelestarian Gendang Beleq Menjadi Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Lombok Utara
Main Article Content
Abstract
Gendang Beleq merupakan seni musik perkusi tradisional masyarakat Sasak di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang telah diwariskan secara turun-temurun dan mengakar kuat dalam berbagai upacara adat. Di balik kekayaan nilai budayanya, kesenian ini menghadapi dua tekanan sekaligus: ancaman kepunahan akibat minimnya regenerasi pelaku seni, serta keterbatasan ekonomi komunitas seniman yang belum mampu memanfaatkan Gendang Beleq sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan. Data Dinas Kebudayaan KLU (2023) mencatat penurunan jumlah grup Gendang Beleq aktif sebesar 30% dalam satu dekade terakhir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, dengan tujuan memberdayakan komunitas seniman Gendang Beleq sebagai pelaku wisata budaya yang aktif dan mandiri. Metode yang diterapkan mencakup sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok terarah, serta penyusunan panduan pengelolaan atraksi wisata budaya secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap potensi Gendang Beleq sebagai produk wisata budaya, serta tersusunnya draf panduan pengelolaan yang memuat standar keaslian pertunjukan, jadwal reguler, manajemen seniman, tata kelola wisatawan, strategi promosi digital, dan instrumen evaluasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara sinergis apabila komunitas dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pengembangan wisata budaya.