Tuntutan Ekonomi Dalam Rumah Tangga: Dampak Terjadinya Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat

Main Article Content

Fery Suryono
Kawakib Kawakib

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode grounded theory, penelitian ini mewawancarai sembilan tersangka TPK dan tujuh anggota keluarganya selama Januari–Maret 2025. Temuan menunjukkan bahwa seluruh tersangka (100%) mendefinisikan kerukunan rumah tangga melalui pemenuhan kebutuhan material, terutama pendidikan anak dan pertunjukan status sosial. Empat pola korupsi dominan teridentifikasi bahwa pengalihan dana proyek untuk kebutuhan pokok, selian itu dampak kebutuhan hidup dan status sosial serta gaya hidup pada zaman modern dan kebituhan biaya pendidikan menyebabkan mudah penerimaan suap untuk kebituhan rumah tangga; dan penyalahgunaan dana darurat. Lebih dari separuh tersangka (66,7%) mengakui keterlibatan keluarga dalam rasionalisasi korupsi, yang menunjukkan adanya familial complicity. Implikasinya, pemberantasan korupsi perlu beralih dari pendekatan represif-individual ke pencegahan primer berbasis keluarga. 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Suryono, F., & Kawakib, K. (2025). Tuntutan Ekonomi Dalam Rumah Tangga: Dampak Terjadinya Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat. Journal Evidence Of Law, 4(3), 2004–2012. https://doi.org/10.59066/jel.v4i3.2044
Section
Articles