Analisis Perilaku Konsumsi Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Meminimalisir Budaya Israf (Berlebih-lebihan)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi mahasiswa dalam meminimalisir budaya israf (berlebih-lebihan) berdasarkan perspektif Islamic Economics. Budaya israf merupakan perilaku konsumsi yang melebihi batas kebutuhan dan bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam yang menekankan keseimbangan, kesederhanaan, serta tanggung jawab dalam penggunaan harta. Di era modern, perkembangan teknologi dan gaya hidup konsumtif menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam mengendalikan perilaku konsumsi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan memperoleh pemahaman mendalam mengenai pola konsumsi mahasiswa dalam menerapkan prinsip konsumsi Islami. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online menggunakan Google Form kepada 51 responden, yang mayoritas berasal dari mahasiswa program studi Ekonomi Islam dan bidang terkait. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pola jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kesadaran yang cukup baik dalam menghindari perilaku konsumsi berlebihan. Mahasiswa cenderung memprioritaskan kebutuhan utama, menerapkan perencanaan keuangan, menghindari pembelian berdasarkan tren semata, serta memahami pentingnya hidup sederhana sesuai prinsip Islam. Pemahaman mengenai ekonomi Islam dan nilai-nilai agama menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang lebih rasional dan bertanggung jawab. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi syariah memiliki peran penting dalam membentuk karakter konsumsi mahasiswa sehingga mampu meminimalisir budaya israf di tengah berkembangnya gaya hidup konsumtif pada era modern.