https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JSPK/issue/feedJurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif 2026-05-22T19:50:01+07:00Aji Satria Nugraha[email protected]Open Journal Systems<p data-start="1198" data-end="1667"><em data-start="1198" data-end="1246">Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif (JSPK)</em> adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, tinjauan teoretis, maupun studi reflektif dalam bidang <strong data-start="1362" data-end="1386">sosiologi pendidikan</strong> dan <strong data-start="1391" data-end="1473">sosiologi umum yang relevan dengan dinamika sosial, kebudayaan, dan pendidikan</strong>. Nama <em data-start="1480" data-end="1495">“kolaboratif”</em> mencerminkan keterbukaan jurnal ini terhadap pendekatan interdisipliner <strong data-start="1568" data-end="1596">dalam kerangka sosiologi</strong>, serta kolaborasi lintas isu yang saling memperkaya perspektif sosial.</p> <p data-start="1669" data-end="2053">JSPK berupaya menjadi forum ilmiah yang membahas persoalan-persoalan strategis dalam masyarakat, seperti ketimpangan sosial, marginalisasi kelompok rentan, pendidikan karakter, serta perubahan sosial akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI). Jurnal ini juga menekankan pentingnya pendekatan lokal dan nilai-nilai budaya dalam merespons tantangan global.</p> <p data-start="2055" data-end="2285">Diterbitkan oleh CV. Era Digital Nusantara, JSPK terbit dua kali setahun (Maret dan September), dan dipublikasikan secara <strong data-start="2177" data-end="2208">akses terbuka (open access)</strong> untuk mendorong diseminasi pengetahuan yang lebih luas, adil, dan berdampak.</p>https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JSPK/article/view/1990Beban Ganda Guru: Konflik Peran Edukatif dan Administratif2025-12-24T03:34:45+07:00Afroh Rozana[email protected]Nur Khasanah[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik peran ganda antara fungsi edukatif dan administratif pada guru Indonesia, mengidentifikasi dampak multidimensinya, serta mengembangkan strategi mitigasi yang komprehensif. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis dengan analisis tematik kualitatif, penelitian ini mengkaji artikel yang terbit antara 2020-2025. Data dikumpulkan dari database akademik dan dianalisis melalui pengkodean, identifikasi tema, dan analisis komparatif. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: Pertama, beban administratif guru mencakup administrasi kurikulum, dokumentasi pembelajaran, dan tanggung jawab profesional yang menciptakan tuntutan tumpang-tindih. Kedua, konflik peran menyebabkan dampak psikologis (burnout, stres), penurunan pedagogis (berkurangnya kualitas mengajar), dan kerusakan sosiologis (terganggunya hubungan guru-siswa). Ketiga, mitigasi efektif memerlukan strategi tiga level terintegrasi: transformasi teknologi melalui AI dan alat digital, penguatan kapasitas koping individu, dan sistem dukungan kelembagaan. Temuan penelitian memberikan kontribusi teoretis bagi sosiologi pendidikan melalui penerapan teori konflik peran Robert Merton serta signifikansi praktis untuk pengembangan kebijakan pendidikan yang seimbang yang melindungi fungsi edukatif guru sekaligus menjaga akuntabilitas yang diperlukan.</p>2026-03-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JSPK/article/view/2210Implementasi Outdoor Learning Sociology Tour dalam Memperkuat Pemahaman Integrasi Sosial Kelas XI SMAN 1 Tumpang2026-03-09T18:40:06+07:00Dyah Ayu Savitri[email protected]Lutfia Cempaka[email protected]M. Arief Ardiansyah[email protected]Achmad Vian Noer[email protected]Moch. Dimas Adi Saputra[email protected]<p>Implementasi pembelajaran <em>outdoor learning Sociology Tour</em> untuk memperdalam materi integrasi sosial siswa kelas XI SMA. Metode yang digunakan berupa penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>, diantaranya <em>key informan </em>dari guru sosiologi, peserta didik XI-I, serta beberapa warga di Kampung Heritage Kayutangan. Pengumpulan data meliputi; observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian literatur yang relevan dengan topik penelitian. Teori yang digunakan adalah berupa kerangka teori <em>Experiental Learning</em> oleh David A. Kolb berupa 4 tahapan pembelajaran, diantaranya; <em>concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization</em>, dan <em>active experimentation</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran ini mampu mengembangkan keterlibatan kognitif para siswa secara aktif, kritis, reflektif dan terkonsep. Hal ini terdukung sebanyak 71,68% siswa menyatakan efektivitas pembelajaran di luar kelas dibandingkan metode ceramah, yang dapat memberikan pengalaman dan proses pembelajaran yang utuh untuk memperkuat pemahaman materi yang relevan dengan implementasi materi yang diberikan.</p>2026-03-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JSPK/article/view/1962Kesadaran Mahasiswa Sosiologi Agama Semester 5 terhadap Kebersihan Lingkungan Kelas Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam2025-12-18T09:04:22+07:00Alfa Ma’al Abror[email protected]Reza Dwi Fahlefi[email protected]Yunus Husna Wijaya Suparman[email protected]Anggi Yus Susilowati[email protected]<p>Kebersihan lingkungan kampus merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehat, dan nyaman bagi mahasiswa. Namun, realitas di berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa kesadaran mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kelas masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama semester 5 terhadap kebersihan lingkungan kelas di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta menganalisis tingkat kenyamanan mahasiswa terhadap kondisi kebersihan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form kepada 25 responden mahasiswa aktif semester 5. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan penyajian dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kelas berada pada kategori sedang hingga tinggi. Sebagian besar responden memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya kebersihan, namun belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku nyata secara konsisten. Selain itu, tingkat kenyamanan mahasiswa terhadap kebersihan kelas tergolong cukup baik, meskipun masih terdapat sejumlah mahasiswa yang merasa kurang nyaman akibat kondisi kebersihan yang belum optimal. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran normatif dan praktik kebersihan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan pendidikan karakter, internalisasi nilai keagamaan, serta pembiasaan perilaku bersih secara kolektif untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan kelas secara berkelanjutan.</p>2026-03-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JSPK/article/view/2328Filsafat Dialog dan Tantangan Toleransi Beragama dalam Masyarakat Multikultural2026-05-17T11:07:10+07:00Yanarius Andar[email protected]Wahyu Y De Galeliano Feni[email protected]Santos Kanisius Firmus Petu[email protected]Servasius Igusta Bria[email protected]<p style="text-align: justify; line-height: 150%;">Dalam dunia yang semakin plural dan saling terhubung, masyarakat multikultural menjadi realitas sosial yang tidak terhindarkan. Perbedaan agama, budaya, dan pandangan hidup menuntut adanya upaya serius untuk membangun toleransi dan harmoni. Tulisan ini bertolak dari perspektif filsafat dialog, terutama pemikiran Hans-Georg Gadamer, Martin Buber, dan Raimon Panikkar, sebagai dasar refleksi kritis atas relasi antarumat beragama dalam konteks masyarakat multikultural. Filsafat dialog menekankan pentingnya keterbukaan, pengakuan atas alteritas (keterbedaan), dan sikap saling mendengarkan sebagai jalan menuju pemahaman yang lebih dalam. Namun demikian, penerapan filsafat dialog menghadapi berbagai tantangan, seperti eksklusivisme teologis, fanatisme agama, politik identitas, dan ketimpangan sosial-budaya. Kajian ini menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar sikap pasif menerima perbedaan, melainkan sebuah proses dialogis yang aktif dan reflektif. Oleh karena itu, filsafat dialog menawarkan kerangka etis dan epistemologis yang relevan untuk memperkuat toleransi beragama di tengah kompleksitas masyarakat multikultural.</p>2026-03-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JSPK/article/view/2473Sosiologi Lembaga Pendidikan: Digitalisasi Administrasi dan Relasi Sosial di Pesantren El Fira 42026-05-22T19:50:01+07:00fatin nursabrina[email protected]Muhammad Hanif[email protected]<p>Penelitian ini membahas digitalisasi administrasi dalam perspektif sosiologi lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Modern El Fira 4 Purwokerto serta pengaruhnya terhadap perubahan relasi sosial antara pengasuh pondok, santri, dan wali santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengkaji berbagai bentuk digitalisasi administrasi seperti pendaftaran online, pembayaran elektronik, absensi digital, grup WhatsApp wali santri, sistem informasi santri, dan raport online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi, efisiensi waktu, transparansi data, serta komunikasi yang lebih cepat dan praktis. Namun, digitalisasi juga menyebabkan berkurangnya interaksi tatap muka, meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi, serta perubahan budaya sosial di lingkungan pesantren. Relasi sosial yang sebelumnya berlangsung secara langsung kini mulai bergeser ke media digital, meskipun pesantren tetap berupaya menjaga nilai-nilai tradisional seperti adab, kedisiplinan, dan budaya pesantren agar modernisasi tetap selaras dengan nilai-nilai Islam.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif