Analisis Yuridis Dugaan Kartel Bunga Pinjaman Daring serta Implikasinya Terhadap Perlindungan Konsumen
Main Article Content
Abstract
The rapid growth of Information Technology-Based Co-Funding Services (LPBBTI) in Indonesia presents significant regulatory challenges, particularly concerning interest rate determination. This study examines the alleged online lending interest rate cartel involving the Indonesian Joint Funding Fintech Association (AFPI) and its implications for consumer protection. Employing normative juridical research with a statutory approach, this research evaluates AFPI's legal standing in establishing interest rate caps during 2018 and 2021. Findings indicate that under OJK Regulation Number 77 of 2016, AFPI lacked the authority as a Self-Regulatory Organization (SRO) to independently mandate interest rates. Such collective action potentially violates Law Number 5 of 1999 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition by fulfilling the elements of price-fixing among competitors. The regulatory void prior to OJK Circular Letter Number 19 of 2023 created legal uncertainty detrimental to consumers. Therefore, proactive regulatory intervention remains essential to establish fair economic benefit caps today.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Amiruddin, dan Zainal Asikin. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2016.
Annas, Muhammad, dan Muhamad Anwar Ansori. "Problems in Determining Interest in Peer-to-Peer Lending in Indonesia." Jurnal Media Hukum 28, no. 1 (2021): 102–26. https://doi.org/10.18196/jmh.v28i1.10022.
Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI. Mendorong Inklusi Keuangan UMKM. Jakarta: Warta Fiskal, 2022.
Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. "Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024." Telecommunication Statistics in Indonesia 2024 13 (2025): 1–154.
Bloomberg Technoz. "Jumlah Pengguna Pinjol Setara Separuh Warga Indonesia." Diakses pada 29 Desember 2025. https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/2419/jumlah-pengguna-pinjol-setara-separuh-warga-indonesia.
Goodstats. "Pengguna Pinjol Tembus 146 Juta Orang di Awal 2025, Melonjak 20% Secara Tahunan." Instagram, 2025. https://www.instagram.com/p/DJoRXRFznWy/.
Indonesia. Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pedoman Pasal 5 (Penetapan Harga) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Prenadamedia Group, 2016.
Nurhaini, Elisabeth. Metode Penelitian Hukum. Bandung: PT Refika Aditama, 2018.
Nurhilmiyah. "Perbandingan Perjanjian Pinjaman Online di Indonesia, Amerika Serikat dan Tiongkok." Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Hukum, Sosial dan Ekonomi, 2023.
Otoritas Jasa Keuangan. Kajian Tingkat Kerentanan Industri Peer to Peer Lending Terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Jakarta: OJK, 2019.
Otoritas Jasa Keuangan. "Siaran Pers RDKB September 2025 – Sektor Jasa Keuangan Yang Stabil dan Adaptif Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional." Diakses pada 29 Desember 2025. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-September-2025.aspx.
Prasetyo, Wahyu Okta. "Analisis Yuridis Azas Itikad Baik Dalam Penetapan Suku Bunga Pada Perjanjian Financial Technology Peer-to-Peer Lending (Pinjaman Online) Dalam Perspektif Hukum Bisnis." Jurnal Gema Wiralodra 14, no. 1 (2023): 96–104. https://doi.org/10.31943/gw.v14i1.387.
Pratomo, Samuel Apollos, Kevin Suryajaya, dan Johan Kurniawan. "Kepastian Hukum Atas Penerapan Pasal 5 dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Terhadap Penetapan Bunga Layanan Fintech Peer-to-Peer Lending." Action Research Literature 8, no. 5 (2024): 1–15. https://doi.org/10.46799/arl.v8i5.360.
Purwito, Edy. "Konsep Perlindungan Hukum Konsumen dan Tanggung Jawab Hukum Pelaku Usaha Terhadap Produk Gula Pasir Kadaluarsa di Kota Surabaya." Jurnal Dekrit 13, no. 1 (2023): 109–29. https://doi.org/10.56943/dekrit.v13n1.152.
Ranto, Roberto. "Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi Jual Beli Melalui Media Elektronik." Jurnal Ilmu Hukum Alethea 2, no. 2 (2019): 145–64. https://doi.org/10.24246/alethea.v2.no2.p145-164.
Salim HS, dan Erlies Septiana Nurbani. Penerapan Teori Hukum Pada Penulisan Tesis dan Disertasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.
Septian, Kevin, dan Hariyo Sulistiyantoro. "Urgensi Transparansi Besaran Bunga Dalam Perjanjian Pinjaman Online Bagi Penerima Pinjaman." Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 9, no. 19 (2023): 429–36. https://doi.org/10.5281/zenodo.8404678.
Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Depok: UI Press, 2015.
Tjandra, Antoni. "Kekosongan Norma Penentuan Bunga Pinjaman Financial Technology Peer To Peer Lending." Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune 3, no. 1 (2020): 90–103. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v3i1.3077.