Analisis Perhitungan Unit Cost di Unit Dialisis RSUD Kabupaten Lombok Utara

Main Article Content

Agung Satria Pangestu
Erliany Syaodih
Rinawati Rinawati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan unit cost layanan hemodialisis menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) serta membandingkannya dengan tarif INA-CBGs yang berlaku di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode ABC untuk menghitung biaya berdasarkan aktivitas yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan hemodialisis. Biaya dianalisis dalam empat klasifikasi aktivitas, yaitu unit-level, batch-level, product/service sustaining, dan facility sustaining. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya satuan layanan hemodialisis berdasarkan metode ABC adalah sebesar Rp785.822,61 per tindakan. Ketika dibandingkan dengan tarif pembiayaan INA-CBGs sebesar Rp841.900, diperoleh selisih positif (surplus) sebesar Rp56.077,39. Surplus ini mengindikasikan bahwa biaya riil penyelenggaraan layanan hemodialisis masih berada di bawah tarif INA-CBGs, sehingga pelayanan tetap berada dalam kondisi efisien dan tidak menimbulkan potensi kerugian finansial bagi rumah sakit. Temuan ini juga menegaskan bahwa metode ABC memberikan informasi biaya yang lebih akurat, terperinci, dan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial dalam pengendalian biaya, perencanaan anggaran, dan peningkatan kualitas layanan. Dapat disimpulkan bahwa hasil perbandingan biaya hasil perhitungan ABC terhadap tarif INA-CBGs dapat menjadi dasar bagi rumah sakit dan pemerintah daerah untuk merumuskan strategi pembiayaan yang lebih tepat guna mendukung keberlanjutan pelayanan hemodialisis.

Article Details

How to Cite
Pangestu, A. S., Syaodih, E., & Rinawati, R. (2026). Analisis Perhitungan Unit Cost di Unit Dialisis RSUD Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi, 4(3), 1288–1298. https://doi.org/10.59066/jmae.v4i3.1970
Section
Articles

References

Andriansyah, R., Ragil, S., Devi, H., & Azizah, F. (2013). PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENETAPAN TARIF RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT (Studi Pada Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang).

Armen, F., & Azwar, V. (2012). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Rumah Sakit. Gosyen Publishing.

Baker, J. J. (1998). Activity-Based Costing and Activity-Based Management for Health Care. An Aspen Publication.

Bina, D., Medik, P., Direktorat, S., & Bina, J. (2008). PEDOMAN PELAYANAN HEMODIALISIS DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN.

Blocher, E. J., Chen, K. H., & Lin, T. W. (2000). Manejemen Biaya Dengan Tekanan Stratejik. Salemba Empat.

Dumaris, H. (2016). Analisis Perbedaan Tarif Rumah Sakit dan Tarif INA-CBG’s Pelayanan Rawat Jalan di RSUD Budhi Asih Jakarta Tahun 2015. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.7454/arsi.v3i1.2209

Fachroji, A. (2012). PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ABC DI PT TMG. SURABAYA.

Fibionisa, W., Ramadhan, Y., & Nugroho, M. N. (2023). Comparison Analysis of Rates by Unit Cost and INA-CBGs Rates in Hemodialysis Services at Hospital X. European Journal of Business and Management Research, 8(5), 108-114. https://doi.org/10.24018/ejbmr.2023.8.5.1872

Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2004). Akuntansi manajemen (7th ed.). Salemba Empat.

Hasan, H., Adrianto, R., & Anggraeni, I. (2025). Comparison of Hemodialysis Service Cost Effectiveness Using Activity-Based Cost Approach with Hospital Cost and Cost Recovery Rate in Regional Public Hospital IA Moeis Samarinda. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 450-462. https://doi.org/10.33096/woh.vi.1485

Johnson, T. H. (1991). Activity Based Information: A blueprint of World Class Management

Accounting. Prentice-Hall International Editions.

Kartika Herleni. (2022). Gagal Ginjal Kronik dan Penyebabnya .Https://Yankes.Kemkes.Go.Id/View_artikel/582/Gagal-Ginjal-Kronik-Dan- Penyebabnya.

Mahendra, Y. W. (2020). Estimasi Perhitungan Biaya Satuan (Unit Cost) Pada Prosedur Pelayanan Persalinan Normal Menggunakan Metode Activity Based Costing. Universitas Atma Jaya.

Margina, R. A., & Prena, G. D. (2024). Analisis Unit Cost Layanan Hemodialisis dengan Pendekatan Activity-Based Costing sebagai Strategi Peningkatan Laba Rumah Sakit. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(4), 2548-2560. http://dx.doi.org/10.35931/aq.v18i4.3617

Marvia, E. (2015). Analisis Perhitungan Unit Cost Pelayanan Hemodialisa dengan Pendekatan ABC. Jurnal Valid Vol, 12(4), 399-403.

MATRUTTY, T. J. F., & Sipakoly, S. (2015). Penerapan Metode Activity Based Costing Dalam Menentukan Tarif SPP Program Studi Diploma IV Administrasi Bisnis Terapan Politeknik Negeri Ambon. Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi), 4(2), 35-55.

Mulyadi. (2007). Activity Based Cost System. UPP STIM YKPN.

Mulyadi. (2015). Activity-Based Cost System.

Nabila, A. (2019). Penyusunan Clinical Pathway Dan Analisis Biaya Satuan Tindakan Hemodialisis Di Rumah Sakit Tebet Tahun 2015. Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM), 7(2), 69-75. https://doi.org/10.47007/inohim.v7i2.180

Noviyanti, N., & Sulistiadi, W. (2020). Kebijakan Penentuan Tarif Pelayanan Hemodialisa dengan Metode Alokasi Biaya Activated Based Costing. Jurnal Kesehatan Pertiwi, 2(2), 129-133.

Rachmat. (2021). Perhitungan Unit Cost dengan Metode Activity Based Costing (ABC) di unit gawat darurat Rumah Sakit Hikmah Makassar. Universitas Hasanuddin.

Rusli, N. T. (2017). Analisis Biaya dan Faktor-Faktor Penentu Inefisiensi Layanan Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rumah Sakit Rk Charitas Palembang Tahun 2016. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 3(3), 158-168. https://doi.org/10.7454/arsi.v3i3.2221

Safarudin, R., Zulfamanna, Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. Journal Od Social Science Research.

Samsu. (2017). Metode Penelitian (Rusmini, Ed.). Pusat Study Agama dan Kemasyarakatan (PUSAKA).

Setiawan, A. P. (2014). Pentingnya Penetapan Biaya Produk Pesanan Terhadap perolehan Laba di PT. Barata Indonesia. Universitas Muhammadiah Surabaya.

Shim, J. K., & Siegel, J. G. (2001). Budgeting Pedoman Lengkap Langkah-Langkah Penganggaran. Erlangga.

Soetedja, S. V., Nurwahyuni, A., & Intan, A. (2022). Biaya Pelayanan Hemodialisis Pasien Gagal Ginjal Kronis di Era JKN: Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(10), 1213-1218. https://doi.org/10.56338/mppki.v5i10.2712

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif (3rd ed.). Alfabeta.

Sulastiningsih, & Zulkifli. (2006). Akuntansi Biaya. Sekolah tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Supriadi, S. (2013). Cost recovery rate unit hemodialisa rumah sakit ABC tahun 2006-2008. Jurnal Vokasi Indonesia, 1(1), 6. https://doi.org/10.7454/jvi.v1i1.9

Supriono, R. A. (2001). Akuntansi Manajemen 3:Proses Pengendalian Manajemen (1st ed.). BPFE.

Suyanto, R., Kusnadi, D., & Muharni. (2024). Manajemen Keuangan Rumah Sakit konsep dan Analisis. Refika.

Syakhirul. (2017). Analisis Penerapan Metode Activity Based Costing system dalam penetapan tarif Jasa Rawat Inap pada Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. . Universitas Muhammadiah Makassar.

Verdika, R., Nurdin, N., & Kusnadi, D. (2022). Analisis Perbandingan Biaya Satuan Pelayanan Hemodialisa Dengan Metode Activity Based Costing (ABC) Terhadap Tarif Rumah Sakit Dan Tarif Ina-Cbgs Serta Cost Recovery Rate (CRR). Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(12), 1907-1922. https://doi.org/10.32670/ht.v1i12.2521