Public Private Partnership dalam Tata Kelola Pembangunan IKN Berbasis Konsep Forest City

Main Article Content

Dyah Rahayuning Perwitasari
Desie Andreastuti
Lara Ayu Lestari
Dyah Kuntorini Dwi Angreni
Bulan Erika Bato
Iqbal Saputra Zana

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran PPP sebagai mekanisme tata kelola lingkungan dalam pembangunan IKN berbasis konsep kota hutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka melalui analisis dokumen kebijakan, peraturan perundang-undangan, dokumen perencanaan, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPP berperan penting tidak hanya sebagai skema pembiayaan, tetapi juga sebagai arena tata kelola yang mengatur pembagian peran, kewenangan, dan tanggung jawab antara pemerintah dan sektor swasta. Otorita IKN memiliki posisi sentral dalam mengendalikan pemanfaatan lahan dan investasi, namun efektivitas implementasi konsep Forest City masih menghadapi tantangan, terutama terkait konsistensi regulasi, indikator kinerja lingkungan, dan mekanisme akuntabilitas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola PPP menjadi prasyarat utama agar konsep Forest City tidak berhenti sebagai visi normatif, melainkan terimplementasi secara operasional dalam mendukung pembangunan IKN yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan publik

Article Details

How to Cite
Perwitasari, D. R., Andreastuti, D., Lestari, L. A., Dwi Angreni, D. K., Bato, B. E., & Zana, I. S. (2026). Public Private Partnership dalam Tata Kelola Pembangunan IKN Berbasis Konsep Forest City. Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi, 4(3), 1025–1034. https://doi.org/10.59066/jmae.v4i3.1930
Section
Articles

References

Abbas, M. Y. (2018). Public–private partnership dalam pembangunan dan pengelolaan Suncity Plaza Sidoarjo.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.

Bank, W. (2017). Public–private partnerships reference guide (Version 3.0).

Bencana, B. N. P. (2024). Laporan kejadian hidrometeorologi di Kalimantan Timur.

Bovaird, T. (2004). Public–private partnerships: From contested concepts to prevalent practice.

Bulkeley, H., & Betsill, M. (2005). Rethinking sustainable cities: Multilevel governance and the “urban” politics of climate change. Environmental Politics, 14(1), 42–63. https://doi.org/10.1080/0964401042000310178

Dwiyanto, A. (2018). Manajemen pelayanan publik: Peduli, inklusif, dan kolaboratif.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011

Fauzi, F., & Sujadi, S. (2023). Wewenang Otorita Ibu Kota Nusantara selaku pemegang hak pengelolaan kawasan Ibu Kota Nusantara. Tunas Agraria, 6(3), 171–186. https://doi.org/10.31292/jta.v6i3.246

Glasbergen, P., Biermann, F., & Mol, A. P. J. (2007). Partnerships, governance and sustainable development.

Hall, D. (2015). Why public–private partnerships do not work: The many advantages of the public alternative.

Hidayat, H. (2015). Politik lingkungan: Pengelolaan sumber daya alam pada era otonomi daerah.

Hodge, G. A., & Greve, C. (2017). On public–private partnership performance: A contemporary review. Public Works Management & Policy, 22(1), 55–78. https://doi.org/10.1177/1087724X16657830

Hooghe, L., & Marks, G. (2003). Unraveling the central state, but how? Types of multi-level governance. American Political Science Review, 97(2), 233–243.

Kehutanan, K. L. H. dan. (2023). Dokumen lingkungan hidup pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Marks, G., Hooghe, L., Dehousse, R., Hall, P., Flinders, M., George, S., Jessop, B., Koch, K., Lake, D., Galès, P. Le, Lemke, C., & Lowery, D. (2003). Chapter Two : Contrasting Visions of Multi-Level Governance. March.

Nusantara, O. I. K. (2022). Master plan Ibu Kota Nusantara.

Nusantara, O. I. K. (2023). Laporan teknis pengelolaan lingkungan dan tata ruang IKN.

Osborne, S. P. (2010). The new public governance? Emerging perspectives on the theory and practice of public governance.

Pierre, J., & Peters, B. G. (2020). Governance, politics and the state.

PPN/Bappenas, K. (2022). Rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Prasojo, E. (2014). Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Programme, U. N. E. (2019). Global environment outlook – GEO-6: Healthy planet, healthy people.

Rakyat, K. P. U. dan P. (2023). Laporan perkembangan infrastruktur Ibu Kota Nusantara.

Rasyid, R. (2015). Otonomi daerah: Latar belakang dan masalah. Rajawali Pers.

Wojewnik-Filipkowska, A., & Wegrzyn, J. (2019). Understanding public–private partnership stakeholders as a condition of sustainable development. Sustainability, 11(4), 1194. https://doi.org/10.3390/su11041194