Forgiveness Pada Emerging Adulthood Yang Mengalami Toxic Relationship: Tinjauan Dukungan Sosial dan Self-Compassion
Main Article Content
Abstract
Toxic Relationship pada emerging adulthood dapat menimbulkan luka emosional dan kesulitan dalam melakukan forgiveness. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan self-compassion terhadap forgiveness pada emerging adulthood yang mengalami toxic relationship di Kabupaten Karawang. Penelitian ini termasuk dalam pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 204 responden berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dukungan sosial dan self-compassion secara simultan berpengaruh signifikan terhadap forgiveness dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Secara parsial, dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap forgiveness dengan nilai signifikansi <0,001, sedangkan self-compassion berpengaruh signifikan terhadap forgiveness dengan nilai signifikansi 0,039 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,080 diartikan bahwa dukungan sosial dan self-compassion berkontribusi 8% terhadap forgiveness. Semakin tinggi dukungan sosial dan self-compassion yang dimiliki individu, semakin tinggi pula forgiveness pada emerging adulthood yang mengalami toxic relationship.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Akhtar, S., & Barlow, J. (2018). Forgiveness therapy for the promotion of mental well-being: A systematic review and meta-analysis. Trauma, Violence, & Abuse, 19(1), 107- 122.
Alentina, C. (2016). Memaafkan (forgiveness) dalam konflik hubungan persahabatan. Jurnal Ilmiah Psikologi Gunadarma, 9(2), 100491.
Amajida, D., Yassar, M. N. E., & Hanifah, H. (2023). Adaptasi skala Transgression Related Interpersonal Motivations (TRIM 18) terhadap hubungan romantis pada dewasa awal. Jurnal Psikologi, 16(2), 242-256.
Arnett, J. J. (2023). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties. Oxford University Press.
Azkia, W., Safitri, D., & Saipiatuddin, S. (2024). Toxic relationship dalam pacaran pada mahasiswa fis Universitas Negeri Jakarta. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 175-187.
CHI, G., & DARIYO, A. (2024). Gambaran toxic relationship bagi dewasa awal yang berpacaran. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 4(4), 542-554.
Giyartiningtiyas, V. P. (2025). Dukungan sosial sebagai faktor yang berperan penting dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa: Tinjauan literatur. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2).
Hirst, S. L., Hepper, E. G., & Tenenbaum, H. R. (2019). Attachment dimensions and forgiveness of others: A meta-analysis. Journal of Social and Personal Relationships, 36(11–12), 3960–3985. https://doi.org/10.1177/0265407519841716
Julianto, V., Cahayani, R. A., Sukmawati, S., & Aji, E. S. R. (2020). Hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis. Jurnal Psikologi Integratif, 8(1), 103-115.
Kail, R.V. & Cavanaugh, J.C. (2019) Human Development: A Life-Span View (8th ed.). Boston: Cengage Learning, Inc. Komisi Nasional Perempuan. (2019). Korban bersuara.
Karinda, F. B. (2020). Belas Kasih Diri (Self-compassion) Pada Mahasiswa. Cognicia. 8(2), 234-252.
Kimmes, J. G., & Durtschi, J. A. (2016). Forgiveness in romantic relationships: The roles of attachment, empathy, and attributions. Journal of Marital and Family Therapy, 42(4), 645–658. https://doi.org/10.1111/jmft.12171
Kusumaningrum, F. A. (2018). Generasi sandwich: Beban pengasuhan dan dukungan sosial pada wanita bekerja.Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi,23(2), 109-120.
Kuswoyo, C. A. D., Santi, D. E., & Kusumandari, R. (2023). Forgiveness pada penyintas perundungan: Bagaimana peranan dukungan sosial dan self-compassion?. INNER: Journal of Psychological Research, 3(3), 427-440.
Laksana, S. O., & Virlia, S. (2019). Pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi pada mantan pecandu narkoba. Psychopreneur Journal, 3(2), 55-62.
Latifannisa, M. F., & Agustina, M. W. (2024). The Relationship of Self-Compassion with Forgiveness in Teenage Victims of Divorce in Indramayu. IJIP: Indonesian Journal of Islamic Psychology, 6(1), 38-48.
McCullough, M. E., Root, L. M., & Cohen, A. D. (1997). Writing about the benefits of an interpersonal transgression facilitates forgiveness. Journal of consulting and clinical psychology, 74(5), 887.
Nabila, V., Riza, W. L., & Rahman, P. R. U. (2022). Pengaruh gaya kelekatan terhadap toxic relationship pada mahasiswa Teknik Elektro Universitas Singaperbangsa Karawang. Empowerment: Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 1(3), 15–22. https://doi.org/10.36805/empowerment.v1i3.630
Nalle, I. V., & Khotimah, H. (2020). Forgiveness mahasiswa ditinjau dari dukungan sosial. Jurnal Psikologi Tabularasa, 15(1), 12-18.
Neff, K. D. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2), 85–101.
Nihayah, U., Winata, A. V. P., & Yulianti, T. (2021). Penerimaan diri korban toxic relationship dalam menumbuhkan kesehatan mental. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Dan Kemasyarakatan, 5(2), 48-55.
Pamanda, J. Y. P., & Arswimba, B. A. (2024). Tingkat Self Compassion pada Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma yang Mengalami Toxic Relationship Berpacaran. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(5), 25-36.
Permana, Z., Koentjoro, K., & Azca, M. N. (2023). Toxic relationship in emerging adulthood. Jurnal Wanita dan Keluarga, 4(1), 88-105.
Pratama, D. R. P., & Laksmiwati, H. (2022). Perbedaan self compassion ditinjau dari jenis kelamin pada mahasiswa. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 9(7), 73-83.
Putra, R. H., & Turangan, J. A. (2020). Pengaruh job satisfaction dan organizational commitment terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan pt. Indec diagnostics jakarta. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan, 2(4), 1070-1078.
Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35-40.
Ramadhina, V. H. (2023). Hubungan antara Self-Compassion dengan Hopelessness pada Mahasiswa di Masa Emerging Adulthood.
Rif’ati, M. I., Arumsari, A., Fajriani, N., Maghfiroh, V. S., Abidi, A. F., Chusairi, A., & Hadi, C. (2018). Konsep dukungan sosial.
Rizaty. A., M., (2023, Desember 13). Hasil survei pengalaman masyarakat Indonesia jalani hubungan toksik. https://dataindonesia.id/varia/detail/hasil-survei-pengalaman-masyarakat-indonesia-jalani-hubungan-toksik
Sulfemi, W. B., & Yasita, O. (2020). Dukungan sosial teman sebaya terhadap perilaku bullying. Jurnal Pendidikan,21(2),133–147.
Sulistiani, W., Fajrianthi, F., & Kristiana, I. F. (2022). Validation of the Indonesian version of the multidimensional scale of perceived social support (MSPSS): A Rasch Model approach. Jurnal psikologi, 21(1), 89-103.
Uzun, K., & Karataş, Z. (2023). The examination of the mediator role of optimism, self-compassion, altruism and gratitude in the relationship between cognitive distortions and forgiveness of emerging adults. Emerging Adulthood, 11(4), 845-868.
Wibowo, M.E., Naini, R. (2021). Self-Compassion and Forgiveness among Senior High School Students: A Correlational and Comparative Study. Islamic Guidance and Counseling Journal.
Worthington, E. L., Jr., & Scherer, M. (2004). Forgiveness is an emotion-focused coping strategy that can reduce health risks and promote health resilience: Theory, review, and hypotheses. Psychology & Health, 19(3), 385–405.
Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G., & Farley, G. K. (1988). The Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Journal of Personality Assessment, 52(1), 30–41. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa5201_2